Open top menu
Monday, 2 June 2014


Dalam kesempatan kali ini, penulis akan membahas sedikit pengetahuan mengenai metode-metode dalam penilaian dari hasil belajar siswa. Penulis menyadari bahwa metode penilaian dalam suatu proses pembelajaran merupakan salah satu hal terpenting yang harus dipahami oleh setiap guru/pendidik. Hal ini dikarenakan dalam setiap penilaian terhadap hasil belajar ataupun kemampuan siswa seyogyanya dapat mengukur secara penuh dan akurat terhadap kemampuan siswa.

Dalam dunia pendidikan, terdapat dua buah metode penilaian yang terkenal yaitu authentic assessment dan traditional assessment.


Authentic assessment adalah sebuah metode pengevaluasian di mana para siswa dituntut untuk selalu berhubungan dengan tugas-tugas real-life guna mempertunjukan kemampuan-kemampuan mereka yang tentunya untuk mengaplikasikan kesesuaian kemampuan dan pengetahuan mereka. Dengan kata lain authentic assessment merupakan metode langsung dalam menguji seberapa keahlian siswa baik dari pengetahuan maupum kemampuan mereka.
Dalam dunia pendidikan authentic assessment dikenal dengan beberapa sebuatan yaitu performance-based assessment, direct assessment, dan alternative assessment

Jenis-jenis dari Authentic Assessment:
  • Rubric
  • Portfolio
  • Oral Interviews.
  • Writing Samples
  • Projects/Exhibitions
  • Experiments/Demonstrations
  • Etc

Sedangkan traditional assessments merupakan metode pengevaluasian pengetahuan dan kemampuan siswa dengan menggunakan bentuk seperti multiple choice (pilihan ganda), True-false task, dam Matching. Traditional Assessment juga dikenal dengan sebutan artificial assessment. Dalam dunia pendidikan traditional assessment sering digunakan oleh para guru dalam mengassess pengetahuan dan kemampuan siswa dalam jumlah yang besar.

Demikianlah sedikit uraian singkat mengenai metode penilaian. Semoga dapat memberi manfaat bagi kita semua.

Kategori Artikel

0 comments